DI BALIK LAYAR NOMOFOBIA: BAGAIMANA POLA PERILAKU MENGUNGKAP KECANDUAN DI UJUNG JARI

Penulis :
Rhifky Wayahdi, S.Kom., M.Kom.
Fahmi Ruziq, S.T., M.Kom.
Harga :

Sinopsis :
Alhamdulillah penulisan buku ini sudah selesai, semoga bisa bermanfaat untuk orang banyak. Lihatlah di sekitar kita—di ruang tunggu, di kafe, di meja makan, bahkan sebelum tidur dan sesaat setelah bangun. Sebuah perangkat kecil bercahaya telah menjadi perpanjangan tangan, pikiran, dan bahkan hati kita. Gawai atau smartphone yang kita genggam bukan lagi sekadar alat komunikasi; ia adalah jendela dunia, pusat hiburan, asisten pribadi, dan arsip kenangan. Namun, di balik segala kemudahan yang ditawarkannya, ada sebuah sisi lain yang sering kali tak kita sadari—sebuah kecemasan mendalam saat kita terpisah darinya.
Fenomena inilah yang dikenal sebagai Nomofobia (no-mobile-phone phobia), sebuah istilah yang mungkin terdengar modern, tetapi gejalanya telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan jutaan manusia. Rasa gelisah, panik, dan terisolasi saat baterai lemah atau sinyal hilang adalah cerminan dari ketergantungan yang lebih dalam dari sekadar kebiasaan. Tapi, bagaimana kita bisa membedakan antara penggunaan intensif dan kecanduan yang sesungguhnya? Buku “DI BALIK LAYAR NOMOFOBIA: BAGAIMANA POLA PERILAKU MENGUNGKAP KECANDUAN DI UJUNG JARI” lahir dari kegelisahan dan pertanyaan tersebut. Buku ini mengajak pembaca untuk melakukan sebuah perjalanan investigatif—menyelami data dan jejak digital yang kita tinggalkan setiap detik saat berinteraksi dengan gawai kita.

